Puisi: Angin yang Melankolis

 

Melodi angin yang melankolis

Bergema melalui pepohonan tandus

Sebuah simfoni kesedihan dan penyesalan

Saat dedaunan musim gugur menari bersama angin sepoi-sepoi

Emma-Puisi: Angin yang Melankolis
Dokpri, emma


Gemerisik dedaunan membisikkan cerita

Tentang cinta yang hilang dan mimpi yang hancur

Angin membawakan nyanyian duka mereka

Saat kenangan memudar hingga terlupakan


Langit di atas mencerminkan jiwaku

Sebuah kanvas dicat abu-abu

Saat aku berdiri sendirian di tengah kesengsaraan alam

Dalam simfoni yang tidak pernah pudar ini


Melodi angin yang melankolis

Adalah pengingat bahwa hidup ini cepat berlalu

Namun setelahnya, kita menemukan pelipur lara

Dalam indahnya alam berduka


Jadi aku memejamkan mata dan membiarkan angin bertiup

Basuhlah aku seperti balsem yang menenangkan

Saat saya menemukan hiburan dalam lagu sedihnya

Dan menerima ketenangan yang pahit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 strategi menghindari resiko mata kering

Serunya Back to school with home credit Indonesia

[ blog review ] Film anak Indonesia terbaru "koki-koki cilik"

Pentingnya Vaksin Influenza Quadrivalent untuk Tenaga kesehatan dan kelompok Rentan

11 Tahun KEB, Berjejak dan Berbagi