Kolaborasi dalam Menangani Penyakit Kusta

Kolaborasi NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations dalam Menangani Penyakit Kusta

Penyakit kusta telah menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi banyak negara di seluruh dunia. Meskipun kemajuan dalam pengobatan telah dicapai, masih banyak tantangan yang perlu diatasi dalam upaya meminimalisir angka kejadian kusta. Namun, melalui kolaborasi yang kuat antara NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations, ada harapan baru dalam mengatasi penyakit ini. Sekilas profil ketiganya:

NLR Indonesia adalah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit menular, termasuk kusta. Mereka bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan berbagai mitra lokal untuk melaksanakan program-program yang efektif dalam menangani kusta. 

Yayasan Permata adalah yayasan yang berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat penyandang kusta diseluruh Indonesia yang bertujuan untuk memperjuangkan kesetaraan, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang sedang dan pernah mengalami kusta.

Sasakawa Health Foundations adalah organisasi internasional yang mendukung upaya pemberantasan kusta di berbagai negara.

Emma-Kolaborasi dalam Menangani Penyakit Kusta
Pic dokpri emma 

Lalu bagaimana kolaborasi ketiganya? 

Kolaborasi antara NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations dalam menghadapi penyakit kusta telah memperlihatkan upaya yang signifikan dalam mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit kusta di Indonesia. Berikut beberapa langkah kolaboratif yang telah dilakukan antara ketiga lembaga tersebut:

1. Kolaborasi ini dapat melibatkan kegiatan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit kusta, termasuk informasi mengenai cara penularan, gejala, dan pentingnya perawatan dini.

2. Bersama-sama, ketiga lembaga dapat bekerja untuk memastikan akses yang lebih mudah bagi penderita kusta dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk pemeriksaan dini, pengobatan, dan perawatan pasca-penyembuhan.

3. Kolaborasi ini juga dapat mencakup program pelatihan bagi tenaga medis dan petugas kesehatan di daerah-daerah terpencil atau kurang terlayani, sehingga mereka dapat memberikan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai untuk penderita kusta.

4. Ketiga lembaga bisa bekerja sama dalam menyediakan dukungan psikososial bagi penderita kusta dan keluarganya, membantu mereka mengatasi stigma sosial yang sering terkait dengan penyakit ini.

5. Kolaborasi ini juga dapat berfokus pada advokasi kebijakan untuk memperjuangkan hak-hak penderita kusta dan memastikan adanya kebijakan publik yang mendukung upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini.

Melalui kolaborasi yang kokoh dan berkesinambungan antara NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations, diharapkan dapat tercapai peningkatan signifikan dalam pengendalian penyakit kusta dan peningkatan kualitas hidup bagi penderita kusta di Indonesia.

Kolaborasi antara NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations dalam menghadapi penyakit kusta menjadi penting karena beberapa alasan sebagai berikut.

- Penyakit Kusta Masih Menjadi Isu Kesehatan Global

Meskipun penderita kusta di dunia telah menurun secara signifikan selama beberapa dekade terakhir, penyakit ini masih menjadi isu kesehatan global yang serius. Terdapat sekitar 200 ribu kasus baru kusta setiap tahunnya di seluruh dunia. Kerjasama dan kolaborasi antara lembaga-lembaga kesehatan akan membantu mengatasi isu ini dengan lebih efektif.


- Banyak Penderita Kusta Mendapat Stigma Sosial

Stigma sosial menjadi masalah serius bagi banyak penderita kusta di Indonesia. Dengan melakukan kolaborasi, ketiga lembaga dapat memberikan dukungan psikososial yang diperlukan oleh penderita kusta, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar menghilangkan stigma negatif terhadap orang yang menderita kusta.


- Kesulitan Akses Terhadap Layanan Kesehatan

Terlebih di daerah-daerah yang terpencil, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi kendala. Kolaborasi dapat memberikan solusi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi penderita kusta di daerah-daerah tersebut.


- Kekurangan Tenaga Medis yang Kompeten

Terkadang, tenaga medis di daerah-daerah tertentu masih membutuhkan pelatihan yang lebih untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kusta. Melalui kolaborasi, ketiga lembaga dapat memberikan pelatihan dan pendidikan kepada tenaga medis di daerah-daerah tersebut, sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang adekuat dan profesional untuk penderita kusta.

Emma-Kolaborasi dalam Menangani Penyakit Kusta
Pic dokpri emma 

Dalam rangka memerangi penyakit kusta, kolaborasi multidisiplin dan multi-pihak memegang peranan penting untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ketiga lembaga tersebut memiliki peran serta masing-masing yang saling melengkapi agar upaya penanganan penyakit kusta di Indonesia bisa berjalan optimal.

Kesimpulan 

Melalui kolaborasi antara NLR Indonesia, Yayasan Permata, dan Sasakawa Health Foundations, telah tercipta kerangka kerja yang komprehensif dalam menangani masalah kusta di Indonesia. Peningkatan kesadaran masyarakat, pemantauan kasus, penanganan medis, dan rehabilitasi merupakan langkah-langkah strategis yang diambil untuk mengurangi angka kejadian kusta. Kolaborasi semacam ini memberikan harapan bagi para penderita kusta dan merupakan contoh bagaimana upaya bersama dapat mencapai hasil yang signifikan dalam penanganan penyakit yang kompleks seperti kusta.



Ucapan terima kasih untuk semua narasumber 

1. Ardi Yansyah, OYPMK dan ketua Permata Bulukumba Sulawesi Selatan

2. Ms. Aya Tobiki, Chief program officer Hansens Disease program, Sasakawa Health fondation 

3. Asken Sinaga, Direktur Eksekutif NLR Indonesia 




Komentar

Mporatne mengatakan…
Kolaborasi ini mereka saling belajar dan memberikan dukungan agar kasus kusta suatu saat nanti jadi zero.
Suci mengatakan…
Kusta ini termasuk penyakit yang kurang awam utk sebagian orang yaa
Makanya sering ada yang memandang sebelah mata.
Perlu edukasi menyeluruh supaya memberi paham kalau
Kusta tidak semenakutkan itu
Annie Nugraha mengatakan…
Kolaborasi yang luar biasa pastinya. Lewat kehadiran bersama, penanganan penyakit kusta dapat lebih terpublikasikan dan tersosialisasikan dengan lebih baik. Kesamaan gerakan dari institusi NGO dan pemerintah menjadikan langkah-langkah mereka begitu berarti. Semoga kebersamaan tiga organisasi ini tidak berhenti sampai di sini ya. Terus menghadirkan tindakan-tindakan nyata agar kusta bisa diberantas total di masa yang akan datang.
Maria G Soemitro mengatakan…
Hebat banget NLR dan KBR yang menggandeng banyak yayasan untuk campaign kusta, baik untuk mengurangi jumlah pengidap juga agar OYPMK tidak terstigmatisasi

Dan sebagai content creator kita wajib membantu ya? Minimal membuat blogpost tentang kusta
DokterTaura mengatakan…
Kusta adlaah penyakit yang sudah tua banget kehadirannya di dunia, seperti juga TBC. KApan ya kusta bisa tereradikasi dari muka bumi. Saya kasihan banget lihat penderita kusta.... Mereka tidak hanya berjuang melawan penyakitnya tapi juga berjuan melawan stigma negatif yang sudah mengakar kuat di masyarakat...
Fenni Bungsu mengatakan…
Dengan kolaborasi seperti ini dapat meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang penyakit kusta agar dapat menghilangkan stigma dan mengeliminasi penyakitnya
Deeva Collection mengatakan…
Kolaborasi memang sangat penting untuk dilakukan. Selain memudahkan, juga memperluas oenyampaian informasi dan mempercepat informasi sampai ke masyarakat
lendyagasshi mengatakan…
Sedih sekali dengan stigma negatif para penyandang penyakit kusta dan OYPMK. Semoga dengan edukasi yang tepat dan terus menerus seperti ini bisa memberikan insight untuk kita semua yang mungkin dekat dengan mereka.
Cindi mengatakan…
Ini kolaborasi yang keren banget. Kusta memang harus dicegah dan didukung banyak pihak, nggak bisa sendiri-sendiri, harus ada kerjasama dari banyak pihak..
Wahid Priyono mengatakan…
Kusta bukan penyakit kutukan. Dan setahu saya sekrang di Puskesmas sudah tersedia obat kusta dan gratis. Mari kita lawan kusta. Tuk penderita kusta tidak perlu malu untuk berobat ke dokter, agar akar masalah penyakit ini bisa dikendalikan.
Iva C Wicha mengatakan…
Smoga makin banyak dan berlanjut terus kolaborasi semacam ini ya Mba, kasian bgt soalnya penderita kusta klo terus2an harus melawan penyakit plus stigma masyarakat

Postingan populer dari blog ini

7 strategi menghindari resiko mata kering

Serunya Back to school with home credit Indonesia

[ blog review ] Film anak Indonesia terbaru "koki-koki cilik"

Pentingnya Vaksin Influenza Quadrivalent untuk Tenaga kesehatan dan kelompok Rentan

11 Tahun KEB, Berjejak dan Berbagi