Liburan itu awalnya terasa menyenangkan, perjalanan ke sebuah desa di tanah Jawa yang dikenal dengan kisah mistis Rambut Sewu. Namun sepulang dari sana, teror mulai datang. Mimpi buruk, tubuh mendadak lemas, hingga bisikan aneh setiap malam membuat suasana berubah mencekam.
Rambut Sewu, cerita ini dulu sempat jadi omongan kecil di tongkrongan. Bukan karena viral atau masuk berita, tapi karena orang-orang yang kenal korban tahu sendiri perubahan aneh yang terjadi setelah dia pulang dari Yogyakarta.
Nama aslinya sengaja disamarkan. Sebut saja Reno.
Reno ini orangnya normal. Suka nongkrong, kerja biasa, kadang ikut touring sama teman-temannya. Nggak pernah macam-macam, apalagi urusan mistis. Sampai akhirnya sekitar tahun 2019 dia ikut liburan ke Jogja bareng beberapa temannya.
Awalnya semua biasa aja.
Mereka jalan ke tempat wisata malam, muter-muter daerah selatan Jogja, sampai akhirnya ada salah satu teman lokal yang ngajak mereka ke sebuah tempat tua yang katanya sering dipakai ritual.
Tempatnya jauh dari jalan utama. Jalannya kecil, gelap, kanan-kiri pohon semua. Di situ ada sendang kecil sama pohon beringin gede banget.
Teman lokal mereka sempat ngomong pelan:
“Kalau di sini jangan sembarangan ngomong.”
Namanya anak muda, malah diketawain.
Reno termasuk yang paling berani. Dia sempat nyeletuk sambil bercanda, katanya kalau memang tempat itu angker, tunjukkin aja sekalian.
Nggak lama setelah itu, salah satu dari mereka ngeliat ada rambut panjang nyangkut di akar pohon dekat sendang. Anehnya rambut itu banyak banget, kayak sengaja diikat jadi satu.
Karena penasaran, Reno malah nginjek rambut itu sambil ketawa.
Malam itu nggak terjadi apa-apa.
Tapi semuanya mulai berubah saat mereka kembali ke Bogor.
Awalnya Reno cuma sering mimpi aneh. Dia bilang tiap tidur selalu ada sosok hitam berdiri di pojok kamar. Badannya tinggi, kurus, dan seluruh tubuhnya dipenuhi rambut panjang.
Mata sosok itu merah.
Dan tiap malam posisinya makin dekat.
Awalnya teman-temannya nganggep itu cuma kecapekan habis perjalanan jauh. Tapi lama-lama makin parah.
Reno jadi gampang marah.
Kadang ngomong sendiri.
Kadang ketawa sendirian tengah malam.
Ibunya juga pernah cerita kalau Reno sering berdiri di depan kamar mandi sambil ngelamun berjam-jam. Pas dipanggil, dia cuma nengok pelan dengan tatapan kosong.
Yang bikin merinding, beberapa orang rumah mulai dengar suara langkah kaki di atap tiap jam 2 malam.
Suatu malam, temannya datang buat nengokin kondisi Reno.
Katanya malam itu Reno lagi duduk di lantai kamar sambil nunduk. Lampu kamar redup. Suasana dingin banget padahal jendela ditutup semua.
Pas temannya nengok ke arah belakang Reno, dia langsung kaku.
Ada sosok hitam besar berdiri di belakangnya.
Rambutnya panjang sampai nyentuh lantai. Bukan cuma di kepala, tapi hampir seluruh badannya penuh rambut kusut kayak ijuk basah.
Temannya langsung kabur keluar kamar sambil teriak.
Besoknya keluarga Reno panik dan akhirnya bawa dia ke seorang ustad tua di daerah Bogor yang memang dikenal sering nangani gangguan kayak begitu.
Baru masuk rumah ustad itu, Reno katanya langsung ngamuk.
Teriak-teriak sendiri.
Ngeluarin suara aneh yang bukan suara dia biasanya.
Setelah dibacain doa cukup lama, ustad itu bilang kalau Reno kemungkinan “kebawa sesuatu” dari Jogja.
Katanya ada ritual lama yang dikenal dengan nama Rambut Sewu.
Menurut ustad itu, tempat yang mereka datangi dulu diduga pernah dipakai ritual permintaan tertentu. Biasanya orang datang buat pesugihan, pelaris, atau minta kekayaan cepat.
Media yang dipakai adalah rambut dan darah.
Dan kalau ada orang yang sembarangan ganggu atau menginjak media ritualnya, kadang “penunggunya” bisa ikut pulang.
Kondisi Reno makin lama makin parah.
Badannya kurus drastis.
Rambutnya rontok terus tiap bangun tidur.
Dia juga jadi takut kaca dan nggak pernah mau tidur lampu mati karena selalu ngaku ada sosok berdiri di belakangnya.
Sampai akhirnya, sekitar dua bulan setelah pulang dari Jogja, Reno ditemukan meninggal di kamar mandi rumahnya.
Tubuhnya tinggal tulang.
Dan yang paling bikin orang sekitar merinding, hampir seluruh rambut di kepalanya hilang.
Kasus itu nggak pernah masuk berita.
Keluarganya milih nutup semuanya rapat-rapat. Mereka nggak mau kejadian itu jadi bahan omongan orang kampung dan bikin kesedihan makin panjang.
Tapi sampai sekarang, cerita soal Reno masih sering dibahas diam-diam sama orang-orang yang dulu kenal dia.
Terutama satu kalimat terakhir dari ustad yang nangani Reno waktu itu:
“Kalau sudah dipanggil lewat rambut dan darah, biasanya makhluk itu nggak pulang sendirian.”
Penutup
Percaya atau tidak pada hal mistis, tetaplah menjaga sikap saat berada di tempat yang dianggap sakral atau memiliki cerita turun-temurun. Jangan sembarangan berkata, bersikap, atau melakukan hal yang dianggap tidak sopan. Karena kadang, yang paling menyeramkan bukan apa yang terlihat, melainkan rasa takut dan penyesalan yang datang setelahnya.



Posting Komentar