Mata SePeLe Jangan Disepelein: Motoran Asik Bebas Mata Kering Dan Inilah Kisahnya

Perjalanan bermotor ria bersama suami, selalu menjadi cara favorit saya untuk mengisi waktu meet time kami berdua. Bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menikmati pengalaman baru, lebih dalam mengenal jalan, mencicipi kuliner khas, dan mengabadikan setiap sudut destinasi yang kita kunjungi. Sebagai seseorang yang senang menulis cerita perjalanan di blog, setiap perjalanan memiliki cerita yang layak dikenang.

Salah satu momen yang paling saya nantikan adalah mencari sesuatu yang unik. Perjalanan ini seperti tahu bulat, jadi serba mendadak dan tidak pernah kami rencanakan sebelumnya. Hal ini karena kesibukan kami yang membuat kami sulit menemukan waktu yang sama. Akhirnya, akhir pekan panjang menjadi kesempatan terbaik kita untuk menikmati jalanan berdua.

Sejak pagi menjelang siang, kami berdua sudah berangkat agar bisa tiba sebelum matahari tepat berada diatas kepala. Sepanjang perjalanan, sesekali saya sibuk memotret apa saja yang saya rasa unik, mencari informasi destinasi melalui ponsel. Setibanya di lokasi yang asik, saya semakin bersemangat mengambil foto panorama, membuat video pendek, dan menikmati suasana tempat yang menenangkan.

Tanpa saya sadari, ternyata hampir sepanjang hari netra saya terus bekerja. Bergantian melihat layar ponsel, kamera, pemandangan yang terang, hingga membaca petunjuk wisata. Ditambah perjalanan panjang menggunakan motor membuat mata mulai kehilangan kenyamanannya.

Awalnya saya hanya merasakan mata sedikit SEpet. Saya mengira itu hanya karena kurang tidur akibat harus bangun lebih pagi. Namun, setelah beberapa jam beraktivitas di luar ruangan, mata mulai terasa PErih, terutama ketika terkena angin jalanan yang cukup kencang. Menjelang sore, mata terasa semakin LElah, membuat saya tidak lagi leluasa menikmati pemandangan.

Saat suami mengajak berfoto bersama di salah satu spot favorit, saya harus berkedip berkali-kali karena mata terasa tidak nyaman. Bahkan beberapa hasil foto terlihat kurang maksimal karena saya sulit membuka mata dengan nyaman. Padahal momen tersebut sudah lama kami nantikan dan mungkin tidak akan terulang dalam waktu dekat.

Sebagai lifestyle blogger, kondisi itu juga memengaruhi aktivitas saya. Biasanya saya senang mengamati detail tempat wisata dan memotret dari berbagai sudut. Namun karena mata terasa perih dan lelah, saya menjadi lebih cepat ingin beristirahat. Beberapa spot menarik bahkan terlewat begitu saja karena saya tidak lagi fokus menikmati perjalanan.

Pengalaman tersebut membuat saya sadar bahwa gejala mata SEpet, PErih, dan LElah bukanlah hal yang boleh dianggap sepele. Aktivitas saat dijalanan ternyata memiliki banyak faktor yang dapat memicu gejala mata kering, seperti terlalu lama menatap layar ponsel untuk navigasi, penggunaan kamera secara terus-menerus, paparan angin, sinar matahari, udara panas selama perjalanan, hingga kurang berkedip ketika fokus mengambil gambar.

Mata SePeLe Jangan Disepelein: Motoran Asik Bebas Mata Kering Dan Inilah Kisahnya
Dokpri emmamalika

Secepat kilat kita berhenti di minimarket untuk membeli si biru mungil lnsto Dry Eyes, terus langsung deh di tetesin pada mata saya yang sudah dengan gejala SePeLe. Sebelumnya saya memang sering mendengar bahwa tetes mata ini dapat membantu meredakan gejala mata kering. Karena ukurannya praktis, jadi masuk dalam saku tas ransel.

Beberapa saat kemudian, mata saya mulai terasa lebih nyaman. Rasa sepet dan perih berangsur berkurang sehingga saya dapat kembali menikmati perjalanan bersama suami.. Saya kembali bersemangat mengabadikan pemandangan, berburu foto, hingga kami berdua menikmati secangkir kopi hangat dengan latar kolam ikan Koi tanpa terus-menerus terganggu oleh mata yang terasa tidak nyaman.

Pengalaman sederhana itu memberikan pelajaran penting bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menyiapkan perlengkapan traveling lainnya. Kita sering mengingat membawa kamera, power bank, topi, atau tabir surya, tetapi lupa bahwa mata juga membutuhkan perhatian agar tetap nyaman selama perjalanan.

Sejak saat itu, saya mulai menerapkan beberapa kebiasaan baik setiap bepergian. Saat menggunakan ponsel untuk melihat peta atau mengedit foto, saya berusaha menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, saya mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik agar mata dapat beristirahat.

Saya juga membiasakan diri untuk lebih sering berkedip ketika sibuk jepret sana jepret sini atau merekam video. Selain itu, saya selalu membawa air minum agar tubuh tetap terhidrasi, karena asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga kenyamanan mata. Ketika berada di area yang berangin atau sangat berdebu, saya sesekali beristirahat di tempat yang lebih teduh agar mata tidak terus-menerus terpapar kondisi yang dapat memicu rasa tidak nyaman.

Kini, #InstoDryEyes menjadi salah satu perlengkapan wajib yang selalu masuk ke dalam travel pouch saya. Ukurannya mungil sehingga mudah dibawa ke mana saja, baik saat road trip bermotor, naik pesawat, menjelajahi pantai, mendaki bukit, maupun sekadar staycation di luar kota. Dengan mata yang nyaman, saya dapat menikmati setiap destinasi tanpa kehilangan momen berharga.

Bagi saya, perjalanan bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi tentang menikmati setiap proses perjalanan itu sendiri. Keindahan alam, tingginya gedung-gedung pencakar langit, kuliner khas, hingga kebersamaan adalah kenangan yang sayang jika terganggu hanya karena mata terasa tidak nyaman.

Karena itu, jangan pernah menganggap gejala mata SEpet, PErih, dan LElah #MataSePeLeJanganSepelein . Bisa jadi itu merupakan tanda mata kering yang membutuhkan perhatian. Mengenali gejalanya sejak awal, menjaga kebiasaan baik selama bepergian, serta menggunakan Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai untuk membantu meredakan gejala mata kering dapat membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman.

Sekarang saya percaya, perjalanan terbaik bukan hanya tentang destinasi yang indah, tetapi juga tentang kondisi tubuh yang tetap prima untuk menikmati setiap momen. Dengan mata yang nyaman #BebasMataKering setiap perjalanan akan menjadi cerita yang layak dikenang, difoto, dan dibagikan kepada banyak orang tanpa terganggu oleh gejala mata kering.

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *