Bersama Kita Bisa Memulihkan Udara Jakarta

Bersama Kita Bisa Memulihkan Udara Jakarta 

Masalah  kenaikan harga BBM bersubsidi ada kaitannya dengan transformasi menuju energi terbarukan, tentunya masyarakat DKI Jakarta harus lebih perspektif dalam menilai dari beberapa sudut pandang.

Jakarta sebagai parameter lalu lintas kendaraan baik roda dua maupun roda empat, sekian banyak yang lalu lalang kendaraan, menimbulkan efek samping yaitu polusi udara. Untuk ini butuh pengendalian tegas dari pemerintah untuk menanggulangi dampak dari emisi  buruk buangan kendaraan.

Emma-Bersama kita bisa memulihkan udara Jakarta
Sumber data: Ditlantas Polda Metro Jaya 

Bagan diatas yang bersumber dari Ditlantas Polda Metro Jaya, begitu jelas dan nyata bahwa kendaraan yang memadati ibukota Jakarta ini begitu banyak. Inilah salah satu penyumbang terbesar polusi udara.

Kalian yang di Jakarta adakalanya melihat dampak dari emisi buang yang sangat tinggi membuat Jakarta terlihat seperti berkabut hitam, padahal itu adalah efek dari asap kendaraan bermotor, pencemaran dari industri dan juga dari rumah tangga. 

Mobilitas tinggi dari masyarakat Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyumbang kemacetan di jalan-jalan raya utama Jakarta. Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat macet ini. Tidak hanya rugi waktu akan tetapi juga rugi uang, tenaga dan penyebab dampak kerusakan alam.

Sudah banyak langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi kemacetan, diantaranya adalah upaya penerapan ganjil dan genap untuk kendaraan roda 4, jalur Three in one sampai yang terbaru adalah dipercepatnya kelengkapan moda transportasi umum yang nyaman dan ramah lingkungan.


Emma-Bersama kita bisa memulihkan udara Jakarta
Sumber Ditlantas Polda metro jaya

 

Namun hasilnya? masih jauh dari yang diharapkan, banyak kalangan mampu yang menggunakan BBM bersubsidi pemerintah dibeli untuk kendaraan pribadi. Sedangkan dipihak lain pemerintah memberikan subsidi BBM ini untuk membantu masyarakat kelas menengah kebawah. Sungguh ironi ya, mampu tapi menggunakan yang bukan haknya.

Untuk ini langkah yang diambil oleh pemerintah adalah menaikan harga BBM bersubsidi dirasa kurang tepat sasaran, karena diikuti dengan kenaikan harga-harga yang lain seperti bahan pangan dan ongkos kendaraan. Selain itu penerima bantuan masih belum maksimal tidak semua merasakan BBM subsidi yang pemerintah berikan. 

Subsidi adalah hak masyarakat yang kurang mampu sebagai bentuk perhatian pemerintah akan tetapi masyarakat mana yang menikmatinya? tentunya masyarakat yang kurang mampu yang menjadikan BBM bersubsidi menjadi tepat sasaran dan berkeadilan. Namun pada kenyataannya banyak kalangan masyarakat mampu yang berebut membeli BBM subsidi ini.

Emma-Bersama kita bisa memulihkan udara Jakarta
Image by Emma

Dampak dari kenaikan BBM subsidi 

Menurut dishub harapannya adalah agar orang lebih memilih untuk naik kendaraan umum hal ini berarti membantu mengurangi polusi di Jakarta dan tentunya BBM dapat berhemat, Fungsi dari penghematan ini maka anggaran dapat di alihkan untuk meningkatkan pembangunan di sektor publik seperti pembangunan infrastruktur, sekolah dan lain sebagainya.

Sejak teknologi kendaraan bermotor seperti uji emisi yang dilakukan pada  bulan Maret hingga mei menunjukkan emisi yang lebih baik, pencemaran dan polusi udara agak berkurang untuk ini pemahaman masyarakat akan isu ini perlu di perluas. 

Seperti itupun harapan YLKI, selain peduli pada konsumen masyarakat tapi juga memperjuangkan hak BBM bersubsidi untuk rakyat yang benar-benar membutuhkan atau istilah lainnya adalah tepat sasaran, untuk ini harapannya masyarakat kalangan mampu harus menyadari bahwa BBM bersubsidi adalah bantuan pemerintah untuk masyarakat ekonomi kebawah.

Bersama kita bantu mendorong sebanyak mungkin naik transportasi umum yang telah disediakan agar dapat di maksimalkan, oleh sebab itu Dishub berharap  agar masyarakat lebih memilih untuk menggunakan angkutan umum yang telah menjalankan layanan dengan maksimal.

Salah satu langkah Dishub untuk penggunaan mobil-mobil pribadi yang memarkir agak lama maka dikenakan bea tarif parkir progresif. Tujuannya adalah agar beralih menggunakan moda transportasi umum yang telah disediakan. Banyak manfaat yang bisa dipetik dengan naik angkutan umum selain terhindar dari macet penyebab stress dan kelelahan juga membuat kita lebih banyak gerak yang baik untuk kesehatan.

himbauan untuk orang yang mampu agar memilih BBM yang bukan subsidi adalah reformasi menggunakan instrumen kebijakan yang memihak pada orang yang tidak mampu atau tepat sasaran dan penggunaan bahan bakar yang lebih berkeadilan tentunya. Hal ini penting untuk dilakukan karena sudah buruknya pencemaran yang terjadi di Jakarta, seperti paparan dari bapak Tri Yuswidjajanto di bawah ini.



Emma-Bersama kita bisa memulihkan udara Jakarta
Sumber data bapak Tri Yuswidjajanto 

Kesadaran penuh agar rakyat menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan masyarakat kalangan mampu harus bertransformasi ke BBM yang non subsidi, Dan untuk yang beralih ke sarana angkutan umum maka:

1. pemerintah sudah menyediakan layanan transportasi umum yang nyaman untuk penggunanya.

2. kepastian waktu karena tidak kena macet karena transportasi sudah berjalan sesuai alurnya seperti busway Transjakarta, MRT, LRT dan commuter Line. Untuk kalian ketahui bahwa kakak-kakak Selebgram ternama kita juga menggunakan angkutan umum ini juga lho! Nah, kita jangan kalah dengan mereka ya yuk naik kendaraan umum.

Menurut ibu Luckmi sebagai Direktur pencemaran udara KLHK dalam kesempatan itu mengatakan bahwa, salah satu cara agar lingkungan dapat terjaga ketika masyarakat beralih pada:

1. Menggunakan kendaraan umum 

2. Melakukan uji emisi sesuai standar dengan harga yang murah.

3. Di Jabodetabek mobilitas cukup padat perlu adanya angkutan umum cepat yang terintegrasi dapat memudahkan masyarakat mencapai tujuannya.

Manusia adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan dengan yang lainnya, sama halnya dengan pemerintah, masyarakat mampu dan masyarakat kurang mampu yang harus bersinergi untuk saling mendukung dalam menjaga alam. Sesuai dengan perwujudan sila ke V dari pengamalan Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mari kita tegakkan bersama untuk terciptanya kehidupan harmonis yang berkeadilan dan bersama kita bisa memulihkan udara Jakarta.


Ucapan terimakasih kepada seluruh Narasumber:

1.  KBR.ID

2. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bapak Tulus Abadi

3. Ditlantas Polda Metro Jaya

4. Direktur pencemaran udara KLHK ibu Luckmi Purwandari, ST.M.si.

5. Ahli Bahan Bakar & Pembakaran Kelompok Keahlian Koversi Energi ITB, bapak Tri Yuswidjajanto.

6. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bapak. Dr. Syafrin Liputo. dan 

7. Kakak-kakak Selebgram, Tifani Hernang, Ardhi Irsyad, Nadhea, dan Henry Chan.

8. Lebih lengkapnya cek di link ini ya https://bit.ly/Dialog_Publik-BBM_Subsidi_Tepat_Sasaranhttps://bit.ly/Dialog_Publik-BBM_Subsidi_Tepat_Sasaran













Komentar

dessy achieriny mengatakan…
Aku lebih nyaman pake angkutan umum sekarang, apalagi kereta, nyaman banget, bersih dan murah. Sayangnya padet bgt klo pas jam2 balik kerja. Ahaha. Hemat uang dan tidak menimbulkan kemacetan serta polusi udara.
Fenni Bungsu mengatakan…
Beralih ke transportasi publik memang jalan yang oke agar meminimalisir emisi gas buang kendaraan, sehingga lingkungan bisa lebih sehat juga
Maria G Soemitro mengatakan…
Akhirnya ya?

Penjelasan tentang ron88 yang dikenal dengan dengan bensin dan udah lama direncanakan untuk ditiadakan produksinya, akhirnya bisa

karena ron 88 sangat mencemari lingkungan dan tidak ada lagi negara yang memproduksinya
Wahid Priyono mengatakan…
Isu soal udara bersih itu memang penting banget ya, jujur sih pernah saya tinggal di Jakbar (Kalideres) dan deket Tangerang, hadeh kebisingan dan panas banget wkwkw...terus udaranya sangat tercemar... masih Betah di Lampung karena banyak pohon2nya, cukup segar disini... makasih sharingnya...
DokterTaura mengatakan…
Thanks for sharing, Kak Emma. Saya jadi paham bagaimana cara memulihkan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia. Saya sendiri biasa menggunakan kendaraan pribadi dan menggunakan BBM bersubsidi... Jadi malu deh.
Rania Fardyani mengatakan…
Saya sudah beralih ke BBM yang minimal RON92, walaupun ke pom sebelah, hehehe
Penggunaan mode transportasi umum memang efektif mengurangi polusi
Pemerintah juga sudah banyak mengoptimalkan transportasi umum, seperti upgrade kendaraan dll
Semoga bisa mengatasi permasalahan polusi udara
Ila Rizky mengatakan…
Keren ada selebgram pake transportasi umum ya. Bisa bantu influence orang buat melakukan hal yang sama. Semoga aja udara jakarta dan kota lain jadi lebih bersih setelah ada kebijakan penyesuaian bbm bersubsidi ini
Dee_Arif mengatakan…
Udara bersih jadi tanggung jawab kita bersama ya mbak
Apalagi kualitas udara juga mempengaruhi kesehatan kita
Menjaga kualitas udara dimulai dari pilihan BBM yang kita pakai ya mbak
Nurul bukanbocahbiasa mengatakan…
Nah, edukasi ini kudu digencarkan.
Karena kita ingin bumi ttp lestari kan
Annisa Rizki Sakih mengatakan…
Kalau kendaraan umumnya nyaman, aman dan teritegrasi dengan baik, saya yakin koq semakin banyak yang sukarela mau naik agar menekan polusi juga.
lendyagasshi mengatakan…
Kini dengan BBM bersubsidi semoga kita semua bisa saling menjaga lingkungan. Sudah disediakan kendaraan umum yang nyaman juga untuk mobilitas sehari-hari.
Nengsih mengatakan…
Aku juga kurang setuju sih dengan kenaikan harga BBM nih. Alih-alih mau menbantu masyarakat dan mengurangi polusi, malah makin mencekik masyarakat tak mampu karna diiringi dengan kenaikan harga barang lainnya.
Annisa Tang mengatakan…
Sebenarnya pasti bisa jika mau mengubah suatu kondisi ya Mbak, yaitu dengan adanya kesadaran dari masing-masing masyarakatnya. Misalnya saja untuk minimkan polusi lingkungan, ya masyarakatnya harus sadar lingkungan hidup.
Ririn Wandes mengatakan…
Beberapa minggu lalu, Saya baru saja dari Jakarta dan memang merasakan sih bedanya udara disana dengan tempat tinggal saya. Penting sekali untuk bisa lebih peduli terhadap lingkungan kita ya karena kita sendiri yang akan merasakannya jika sudah tidak sehat udaranya.
Irawati Hamid mengatakan…
asalkan kita mau, insyaallah udara bisa kembali bersih lagi yaa. semoga semakin banyak yang menggunakan kendaraan umum yaa selain lebih hemat, udara dan lingkungan jadi lebih terjaga juga